Rabu, 17 Maret 2010

Karakteristik dan Masalah Perkembangan Anak Tunarungu

Karakteristik dan Masalah Perkembangan Anak Tunarungu


A. Pengertian dan Klasifikasi Gangguan Pendengaran

1. Pengertian

Tunarungu dapat di artikan sebagai suatu keadaan kehilangan pendengaran yang mengakibatkan seseorang tidak dapat menangkap berbagai ransangan, terutama melalui indera pendengarannya. Batasan pengertian anak tunarungu telah banyak di kemukakan oleh para ahli yang semuanya itu pada dasarnya mengandung pengertian yang sama.
Di kemukakan dari beberapa definisi bahwa definisi anak tunarungu dan dapat di tarik kesimpulan bahwa tunarungu adalah mereka yang kehilangan pendengaran baik sebagian (hard of hearing) maupu seluruhnya (deaf) yang menyebabkan pendengarannya tidak memiliki nilai fungsional di dalm kehidupan sehari- hari.


2. Klasifikasi tunarungu

a. Klasifikasi secara etiologis

Yaitu pembagian berdasarkan sebab- sebab, tunarungu di sebabkan beberapa factor
1. pada saat sebelum melahirkan
a. salah satu atau kedua orang tua anak menderita tunarungu mempunyai gen sel pembawa abnormal
b. karena penyakit misalnya sewaktu ibu mengandung terserang suatu penyakit, terutama penyakit- penyakit yang di derita pada saat kehamilan tri semester pertama yaitu pada saat pembentukan ruang telinga. Penyakit itu ialah rubella, moribili, dan lain-lain
c. karena keracunan obat- obatan : pada suatu kehamilan ibu meminum obatan terlalu banyak,atau ibu meminum obat penggur kandungan, hal ini menyebabkan ketunarunguan pada anak yang lahir.
2. pada saat kelahiran
a. prematuritas, yakni bayi yang lahir sebelum waktunya
3. pada saat setelah kelahiran (post natal)
a. karena kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan alat pendengaran bagian dalam, misalnya jatuh
b. Klafikasi menurut taraf

klasifikasi menurut tarafnya dapat di ketahui dengan tes audiometeris. Untuk kepentingan pendidikan ketarungan.
3. Pengaruh Pendengaran Pada Perkembangan Bicara dan Bahasa

Perkembangan bahasa dan bicara berkaitan erat dengan ketajaman pendengaran. Akibat terbatasnya ketajaman pendengaran, anak tunarungu tidak mampu mendengar dengan baik. Dengan demikian pada anak tunarungu tidak terjadi proses peniruan suara setelah masa meraban.
Bahasa mempunyai fungsi dan peran pokok sebagai mesia untuk berkomunikasi. Dalam fungsinya dapat pula di bedakan berbagai peranan lain dari bahasa seperti:
• Bahasa sebagai wahana untuk mengadakan kontak atau hubungan
• Untuk mengungkapkan perasaan, kebutuhan, dan keinginan
• Untuk mengatur dan menguasai tingkah laku orang lain
• Untuk pemberian orang lain
• Untuk memperoleh pengetahuan
Perkembangan kemampuan bahasa dan komunikasi anak tunarungu terutama yang tergolong tunarungu total tentu tidak mungkin untuk sampai pada penguasaan bahasa melaui pendengarannya, melainkan harus melalui pendengarannya. Oleh sebab itu komunikasi bagi anak tunarungu mempergunakan segala aspek yang ada pada dirinya adapun media komunikasi yang dapat di gunakan adalah:
• Anak tunarungu yang mampu bicara, tetap menggunakan bicara sebagai media dan membaca ujaran sebagai sarana penerimaan dari pihak anak tunarungu
• Mengunakan isyarat sebagai media

4. Perkembangan Kongnitif Anak Tunarungu

Umunya intelegensi anak tunarungu secara potensial sama dengan anak normal tapi di pengaruhi oleh tingkat kemampuan berbahasanya, keterbatasan informasi, dan kiranya daya abstraksi anak. Dan mengakibatkan penghambat proses pencapaian yang lebih luas. Kerendahan tingkat intelegensi anak tunarungu bukan berasal dari hambatan intelektualnya yang rendah melainkan secara umum karena intelegensinya tidak mendapat kesempatan untuk berkembang tidak semua aspek intelegensi terhambat, aspek intelegensi yang terhambat perkembanganya ialah bersifat verbal, misalnya merumuskan pengertian hubungan, menarik kesimpulan, dan meramalkan kejadian
5. Perkembangan Emosi Anak Tunarungu
Kekurangan akan pemahaman bahasa lisan atau tulisan sering kali menyebabkan anak tunarungu menafsirkan sesuatu secara negative atau salah dan ini sering menjadi tekanan bagi emosinya. Tekanan pada emosinya itu dapat menghambat perkembangan pribadinya dengan menampilkan sikap menutup diri, bertindak agresif, atau sebaliknya menampakkan keimbangan dan keragu- raguan emosi anak tunarungu selalu bergolak di satu pihak karena kemiskinan bahasanya dan di pihak lain karena pengaruh dari luar yang diterimanya. Anak tunarungu bila di tegur oleh orang yang tidak di kenalnya akan tampak resah dan gelisah.

6. Perkembangan Sosial Anak Tunarungu

Anak tunarungu memiliki kelainan dalam segi fisik biasanya akan menyebabkan suatu kelainan dalam penyusuaian diri terhadap lingkungan. Anak tunarungu bsnysk di hinggapi kecemasan karena menghadapi lingkungan yang beraneka ragam komunikasinya, anak tunarungu sering mengalami berbagai konflik, kebingungan, dan ketakutan karena ia sebenarnya hidup dalam lingkungan yang bermacam- macam.kesulitan bahasa tidak dapat di hindari untuk anak tunarungu, namun tidaklah demikian karena anak ini mengalami hambatan dalam bicara

7.Perkembangan Prilaku Anak Tunarungu

Pertemuan antara faktor-faktor dalam diri anak tunarungu, yaitu ketidakmampuan menerima ransangan pendengaran, kemiskinan berbahasa, ketidaktetapan emosi, dan keterbatasan intelegensi di hubungkan denagn sikap lingkungan terhadapnya menghambat perkembangan kepribadiannya

8.Masalah –masalah dan dampak ketunaruguan bagi individu, keluarga, masyarakat, dan penyelengaraan pendidikan
•Bagi anak tunarungu sendiri

Anak tunarungu sulit mengartikan kata- kata yang mengandung kiasan, adanya ganguan bicara, maka hal- hal itu merupakan sumber masalah pokok bagi anak tersebut
•Bagi keluarga

Lingkungan keluarga merupakan factor yang mempunyai pengaruh penting dan kuat terhadap perkembangan anak trauma atau anak luar biasa. Anak ini memiliki hambatan sehinga mereka sulit menerima norma lingkungannya tidak mudah bagi orang tua untuk menerima kenyataan bahwa anaknya menderita kelainan atau cacat. Reaksi orang tua menghetahui bahwa anaknya menderita tunarunggu adalah merasa terpukul dan bingung dan timbulnya rasa bersalah.

9.Bagi Masyarakat.

Pada umunya orang masih berpendapat bahwa ank tunarungu tidak dapat berbuat apapun. Pandangan semacam ini sangat merugikan anak tunarungu untuk memperoleh lapangan kerja, dan dia bersaing dengan orang normal. Sulit mendapatkan lapangan kerja mengakibat kecemasan baik dari anak itu sendiri maupun dari keluarganya, sehingga lembaga pendidikan dianggap tidak dapat berbuat sesuatu karena ank tidak dapat berkerja sebagaimana biasanya.

10.Bagi Penyelengara Pendidikan

Persoalan baru yang perlu mendapat perhatian jika anak tunarungu tetap saja harus sekolah pada sekolah khusus (SLB), adalah jika anak- anak tunarungu itu tempatnya jauh dari SLB,maka tentu saja mereka tidak dapat bersekolah. Usaha lain muncul dengan di dirikan asrama di samping sekolah khusus itu. Usaha lainnya yang mungkin akan dapat mendorong anak tunarungu dapat bersekolah dengan cepat adalah mereka mengikuti pendidikan pada sekolah normal atau biasa dan di sediakan program- program khusus bila mereka tidak mampu mempelajari bahan pelajaran seperti anak normal.

Minggu, 28 Februari 2010

kreativitas otak kanan dan kiri

1 mengapa kretivitas begitu bermakna dalam hidup?
karena dengan kreativ merupakan hall yang bermanfaat untuk kehidupan.. seperti dengan karya seni, dan ide- ide

2 mengapa kreatif perlu di pupuk sejak dini?
agar manusia terlatih dam mempunyai sifat yang kreatif dan menghasilkan apa yang diinginkan

3. bagaimana peranan atau strategi 4p untuk anak kreatif?
4p yaitu: pendekatan pribadi kreativ, pendekatan proses kreatif, pendekatan produk kreatif
peranannya: kretif di tanamkan sejak dini pada anak agar anak itu bila dewasa bisa membuat karya seni
4. guiford (1967)
kemampuan komveregen hanya menghasilkan satu alternatif berpikir yaitu. kemampuan diveregen menghasilkan banyak alternatif cara berfikir yaitu kreativitas.
5. 3 contoh prilaku kreatif mencerminkan teori frued psikoanalisis dan teori krisis (mekanisme pertahanan).
represi : secara tidak sadar melupakan pengalaman yang tidak menyenangkan untuk diingat
kompensasi: berusaha mengimbangi ketidakmampuan yang di lakuakan secara tidak sadar dengan menonjolkan kepada hal-hal lain
sublimasi : jika tidak mampu memenuhi dorongan seks, mengimbangi dengan kreativitas di bidang seni.

tugas minggu ke 3
1. jelaskan teori otak kanan dan otak kiri, contohnya
belahan otak kanan berfungsi mengontrol tubuh bagian kiri
belahan otak kiri berfungsi mengontol tubuh bagian kanan belahan otak kiri dan kanan menanggapi secara khas.
contoh: otak kiri :intelektual, rasional, verbal horizontal, kongkret realistis
otak kanan: emosiopnal, intuitif, non verbal, vertikal, abstrak, implunsif

2. mengapa otak kanan dan kiri harus berkerja secara seimbang?
karena otak kanan dan kiri berfungsi saling melengkapi, berkerja secara kooperatif dalam memproses informasi
3. bagaimana cara untuk menyimbangkan cara kerja belahan otak kanan dan kiri?
menyimbangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan agar saling seimbang
4. bagaimana mengembangkan kreatifitas pada anak dimana otak kanannya terlambat?
melatih otak fungsi kanan anak tersebut yaitu mengembangkan kreativitas anak tersebut.

Kamis, 18 Februari 2010

apa ya arti dari autisme??

Autisme adalah sebuah ketidakmampuan perkembangan yang bisa memengaruhi seseorang berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain. ada jg loch yang bilang bahwa orang autisme itu, mempunyai kehidupannya sendiri.
oya pernah tau g yang nama foto aura, ternyata, mendeteksi anak autis lewat foto aura jg bisa loch.
seperti yang kita tahu, adalah cara untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kepribadian kita melalui tampilan aura dan cakra. Salah satu penyakit yang dapat dideteksi melalui teknik ini adalah penyakit yang psikomatis (yang tidak terdeteksi oleh alat medis biasa, RED), yakni mendeteksi anak indigo dan autis.Anak dengan kebutuhan dan personality yang khusus ini memiliki tampilan aura yang berbeda. Anak autis biasanya memiliki kekurangan untuk berinteraksi dengan lingkungan, dan umumnya tidak bisa berkomunikasi dengan orang di sekelilingnya. Sedangkan anak indigo mempunyai pembawaaan yang lebih dewasa daripada anak seusianya, dan memiliki intuisi yang tajam. Anak indigo bisa memprediksi masa depan, atau memiliki kemampuan psikik (cenayang) yang bisa melihat sesuatu yang tidak kasat mata.

Untuk anak autis, foto aura yang ditampilkan pada bagian kepala terlihat seperti terpotong sesuatu. ''Seperti ada garis penghalang. Letaknya tidak pasti. Kadang di tengah kepala, ataupun agak ke atas. Namun yang pasti ada garis pemisah horizontal yang memblok (menghalangi),'' jelas pakar foto aura, Tom Suhalim, dari Auraprimatama.

Untuk anak Indigo, cakra pada bagian kepala (dahi) yang umumnya berwarna putih akan terlihat berpendar. ''Cakra terlihat bergerak atau aktif. Namun sebelum melakukan foto umumnya akan kami tanya terlebih dahulu, sebab tanda ini juga bisa terjadi pada orang yang sedang sakit kepala,'' papar Tom.

Untuk melakukan foto aura, Anda harus dalam kondisi berikut:
1. Perasaan sedang tenang, sebab akan mempengaruhi tingkat stresnya.
2. Harus sudah makan, agar tidak mengacaukan hasil prediksi energi.
3. Tidak menahan buang air kecil, sebab gambar aura akan berwarna merah keseluruhannya.
4. Tidak sedang mengalami radang berat, karena akan mempengaruhi tampilan dan warna cakra di bagian tenggorokan. Selain itu juga tidak bisa dinilai personality-nya.
5. Tidak menggunakan ciccin atau batu-batuan yang bisa mengganggu kerja mesin foto aura.

sumber : kompas.com

Jumat, 15 Januari 2010

Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual biasanya menjadi rahasia keluarga yang disimpan rapat. Ada sejumlah situasi yang perlu diperhatikan para orangtua, agar anak terhindar dari kekerasan seksual, di dalammaupun di luar rumahtangga.

Menurut pengamatan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia maupun hasil riset di Barat, pelaku percabulan biasanya adalah orang-orang yang dekat dan dipercaya oleh anak-anak. Data akurat sulit didapat, karena umumnya korban maupun orangtuanya tidak melapor kepada lembaga berwenang.

Ada tipe dan pola yang jelas menyangkut kekerasan seksual terhadap anak-anak ini, baik yang terjadi di dalam maupun di luar keluarga. Dalam buku Human Sexuality terbitan Times Mirror dijelaskan sebagai berikut:

1. Ada perjanjian. Pelaku menjanjikan sesuatu kepada korban. Dalam kasus di Bali itu, anak-anak dijanjikan uang. Sedangkan dalam kasus guru agama, anak-anak ada yang dijanjikan piknik ada pula yang mendapat pelajaran tambahan di rumah.

2. Fase rahasia. “Jangan bilang siapa-siapa!” begitu yang mereka tandaskan kepada anak-anak. Biasanya juga disertai ancaman, sehingga anak-anak takut dan merasa bersalah jika melanggarnya.

3. Tahap penyingkapan. Biasanya terjadi secara tak disengaja, misalnya anak sudah lelah dicabuli lalu berontak, ketahuan anak lain, menderita sakit, atau hamil.
Dengan pola semacam ini, tak heran kalau kekerasan seksual terhadap anak-anak umumnya baru terungkap setelah terjadi berulang-ulang, bahkan bisa bertahun-tahun.

Maka, tanamkan pada anak-anak supaya tidak mudah menerima iming-iming dari orang lain. Kedekatan dan keterbukaan antara anak-orangtua sangat membantu memperkuat ketahanan mental anak.

Efek Jangka Panjang
Bagi para korban kekerasan seksual, apalagi anak-anak, pencabulan itu mendatangkan efek berjangka panjang.

Berbagai studi memperlihatkan, hingga dewasa, anak-anak korban kekerasan seksual biasanya akan memiliki self-esteem (rasa harga diri) rendah, depresi, memendam perasaan bersalah, sulit mempercayai orang lain, kesepian, sulit menjaga membangun hubungan dengan orang lain, dan tidak memiliki minat terhadap seks.

Studi-studi lain bahkan menunjukkan bahwa anak-anak tersebut akhirnya ketika dewasa juga terjerumus ke dalam penggunaan alkohol dan obat terlarang, pelacuran, dan memiliki kecenderungan untuk melakukan kekerasan

sumber: kompas kamis 14 januari 2010

Rabu, 30 Desember 2009

Parasetamol, Lebih Aman Atasi DBD

Dalam memilih obat penurun demam anak yang dijual bebas, selain berkhasiat, sebaiknya orangtua memperhatikan ada tidaknya efek samping obat tersebut bagi penderita.

Untuk anak yang menderita demam dengue atau demam berdarah dengue (DBD), khususnya anak yang berusia kurang dari 12 tahun, Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penggunaan parasetamol sebagai salah satu pilihan obat untuk meredakan demam. Parasetamol dinilai lebih aman untuk lambung dan tidak memiliki efek menghambat pembekuan darah. Menurut dr.Alan Tumbelaka, Sp.A, konsultan dan Kepala Divisi Penyakit Infeksi Tropik, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI-RSCM, parasetamol dapat digunakan untuk mengatasi gejala nyeri otot dan sendi, sakit kepala, serta demam pada anak.Asam asetil salisilat maupun obat antiinflamasi non-steorid seperti ibuprofen mempunyai indikasi kontra pada demam dengue maupun DBD karena dapat menimbulkan risiko iritasi dan sakit lambung yang memperburuk penyakit.

"Meski jarang ditemui, namun penelitian menunjukkan adanya efek samping obat ibuprofen yang memperburuk penyakit DBD," kata dokter Alan.

"Bila anak sudah positif kena DBD atau demam dengue, sebaiknya tidak diberi obat penurun demam jenis ibuprofen atau asam asetil salisilat," tambahnya.

Dipaparkan oleh dokter Alan, terapi terbaik untuk pengobatan demam dengue atau DBD adalah istirahat cukup dan minum banyak cairan, seperti oralit, jus buah, susu, dan sebagainya.

"Segera ke rumah sakit bila anak menunjukkan gejala lemas, tidak nafsu makan, atau muntah, terutama pada fase kritis, yakni pada hari ketiga demam," katanya.

sumber : Kompas ( kamis, 5 November 2009). Jakarta Kompas.com.

Minggu, 27 Desember 2009

Menciptakan suasana damai untuk ketenangan jiwa anak- anak

Seorang anak bernama tina dan didi sikapnya menjadi berubah di karenakan orang tuanya bercerai sikapnya mulai kasar kepada teman- teman rumah dan di sekolah di karenakan orang tuanya bercerai, jelas mempengaruhhi kondisi psikologis mereka.

Bagaimanapun mana ada anak yang ingin orang tuanya berpisah.. tapi mau gimana lagi jika perpisahan adalah jalan terbaik.. tina dan didi menerimanya meskipun berat. dari pada ia harus melihat orang tuanya rebut terus. Tapi ia ingin mendambakan kerukunan dalam keluarganya.. ketika saya membaca tabloid genie, kak seto menjelaskan tentang “ciptakan suasana damai untuk ketenangan jiwa anak – anak” kondisi anak yang orangtuanya bercerai, berbeda dengan kondisi psikologis anak- anak yang orang tuanya utuh. Selama suasana di ciptakan pasca perceraian itu kondusif, perkembangan mereka bias bagus, siapapun yang mengasuhnya bukan menjadi masalah yang terpenting adalah menjaga hubungan komunikasi memberikan suasana damai antara anak menjadi suatu yang sangat baik untuk anak- anak.


Kamis, 24 Desember 2009

meningkatnya jumlah anak autis


Setiap tahun, angka kejadian autisme meningkat pesat. Data terbaru dari Centre for Disease Control and Prevention Amerika Serikat menyebutkan, kini 1 dari 110 anak di sana menderita autis. Angka ini naik 57 persen dari data tahun 2002 yang memperkirakan angkanya 1 dibanding 150 anak.Di Indonesia, tren peningkatan jumlah anak autis juga terlihat, meski tidak diketahui pasti berapa jumlahnya karena pemerintah belum pernah melalukan survei.Menurut data resmi yang dikeluarkan pemerintah AS tersebut, disebutkan satu persen anak di sana kini menunjukkan beberapa gejala autisme, seperti gangguan berkomunikasi, bahasa, dan kemampuan kognitif, mulai dari yang ringan sampai berat. gejala autis lebih sering terlihat pada anak laki- laki di banding pada anak perempuan menurut data cdc ini.
pada data tahun 2002 prevealansi anak laki- laki naik 60% dibandingkan anak perempuan yang prevelansinya hanya 48%. berbagai studi menyatakan naiknya jumlah anak autis bisa dijelaskan lewat luasnya karateristik yang dipakai untuk menentukan diagnosa anak austis serta peningkatan akses informasi pada kondisi autis. Meski begitu, masih ada tanda tanya besar mengenai penyebab meningkatnya tren gangguan kondisi ini.Beberapa penelitian menunjukkan, perubahan genetik merupakan penyebab gangguan autis. Namun beberapa pakarmenyatakan kurang yakin dengan penjelasan ini.
Karena kebanyakan gejala autis didiagnosa sebelum anak berusia dua tahun, kebanyakan pakar percaya bahwa faktor pencetusnya terjadi pada masa kehamilan atau pada bulan-bulan awal kehidupan bayi. Usia ibu yang terlalu tua saat hamil, selain juga paparan lingkungan yang dialami bayi, misalnya pola makan atau terjadinya infeksi pada bayi, diduga berpengaruh besar pada timbulnya autis.Namun para ahli berpendapat terapi perkembangan terpadu sebaiknya langsung dilakukan begitu anak didiagnosa autis. Dengan terapi terpadu, diharapkan kemampuan anak dalam bersosialisasi dan berkomunikasi akan meningkat.

Kerjasama yang erat antara orangtua, terapis, dokter, psikolog, serta guru di sekolah diperlukan agar penanganan anak autis bisa lebih baik lagi.

Sumber : time.com kompas.com (Senin 21 desember 2009). Jakarta.