Senin, 03 Mei 2010

kembangkan jiwa kreatif dan memberi dukungan pada anak .

kembangkan jiwa kreatif pada anak

Anak yang kreatif akan memperlihatkan sikap kemandirian yang kuat anak kreatif berarti memiliki kemahiran mempergunakan penalaran keterampilan imajinasi maupun kesanggupan mengerakan potensi yan ada pada dirinya menjadi sebuah usaha atau karya begitu juga anak kreatif akan tampil dalam menyikapi berbagai kesulitan dan pemecahan masalah dengan cara- cara positif dan konstruktif pribadi yang lebih menonjol ini dibandingkan yang lain karena minat, sikap dan dorongannya begitu kuat untuk menghasilkan sesuatu tetapi perlu kita sadari bahwa kreativitas itu tidak muncul begitu saja pada anakmelainkan membutuhkan kondisi yang tepat, dukungan maupun fasilitas dari lingkungannya terutama lingkungan keluarga dimana anak tinggal.

memberi dukungan agar anak bisa mandiri

Anak belajar mandiri adalah dengan dukungan penuh orang tua setiap gagasan prakasa, ide maupun karya anak yang membangun dukungan moril maupun materil dan kalau mampu memberi fasilitas untuk terwujudnya gagasan, prakasa ide maupun karya membangun tersebut.jangan lah ragu memberi dukungan dan memfasilitasi anak belajar mandiri hanya karena di beratkan atas pertimbangan faktor kerugian dari sebuah kegagalan yang akan terjadi atas usaha anak jika membutuhkan biaya yang besar namun perlu kita mempertimbangkan sebagai nilai plusnya adalah memberi kesempatan berharga pada anak berupa pengalaman, kemauan untuk belajar kemauan untuk menemukan dan kalah pentingnya adalah tumbuhnya daya kreativitas pada anak.

Minggu, 02 Mei 2010

Kapan Yah Wajah Pendidikan Sedikit Lebih Cerah?

Pendidikan sebagai pembentuk karakter intelektual yang seharusnya berorientasi kerakyatan, ternyata tidak mampu terwujudkan dengan baik, wajah pendidikan kita masih tetap buram sehinga kita tetap pada garis keterbelakangan dan ketertinggalan kata suparman koordinator fppi(frot pejuang pemuda indonesia).
Persoalan dunia pendidikan yang muncul baik pada tingkat nasional maupun lokal, baik persoalan akhlak maupun moral manusia menjadi salah satu pemicu yang terjadi di tengah masyarakat, hal ini terjadi, akibat wajah pendidikan hingga saat ini masih sangat jauh dari apa yang diharapkan. "Salah satu indikator yang menyebabkan rusaknya moral dan akhlak manusia tersebut akibat kurangnya SDM akibat pendidikan yang masih minim, sehingga persoalan bangsa ini hendaknya segera ditangani dengan baik sehingga kelak kualitas anak bangsa melahirkan generasi yang berdaya guna," ucapnya.

Dia mengatakan, salah satu wajah buram pendidikan di Mamuju adalah dengan tercorengnya akibat tindakan salah satu oknum aparat yang memukuli seorang siswa SMK Mamuju dan masih banyak dihadapkan persoalan lain dalam dunia pendidikan di daerah ini.

Selain itu, dengan dicabutnya subsidi BBM merupakan mata rantai yang saling berkaitan sehingga menyebabkan subsidi pendidikan dan kesehatan, sehingga mengakibatkan masyarakat merasa makin terbebani.

Selasa, 27 April 2010

Cara Mengatasi Gangguan Belajar

Gangguan Belajar Pada Anak

DSM-IV mendefinisikan gangguan belajar atau ketidakmampuan belajar sebagai ketidak cocokan antara skor IQ berdasarkan prestasidan usiaserta tingkat kelas,yakni perestasi akademik tertentu sebagaimana di ukur tes standar(baku) yang di berikan secara individual berada dari usia kornologiste intelegensi,dan pendidikan yang sesuai dengan usia orang itu.anak- anak yang mengalami gagguan belajar akan mengalami masalah- masalah emosional atau tingkah laku, tetapi secara luas gangguan itu cukup menolak pandangan bahwa gangguan belajar harus terlepas dari masalah emosional atau tingkah laku. Apakah ini termasuk gangguan psikologis? Atau lebih tepat kalau dianggap sebagai masalah edukasional? Beberapa kritikus telah mengemukakan menyebut masalah- masalah ini dianggap sebagai gangguan psikologis menunjukan suatu” imprialisme psikologis psikiatri dimana para psikolog atau menguasai masalah – masalah di luar yang berada di luar bidang mereka

Penyebab Gangguan Belajar

Penyebab ketidakmampuan belajar sampai sekarang belum di ketahui dengan jelas, factor genetic , kesulitan- kesulitan dalam fungsi otak pengaruh-pengaruh kognitif dan motivisional telah di teliti dan kemungkinan ada hubungannya ketidak mampuan belajar tetapi tidak di ketahui dengan pasti, misalnya apakah kemampuan belajar di sebabakan kekurangan dalam proses kognitif atau kekurangan dalam proses kognitif atau kekurangan dalam proses kognitif atau kekurangan dalam motivasi atau prestasi

Perawatan

Orang tidak dapat meremehkan kecemasan orang tua terhadap anaknya yang meskipun normal,tetapi ketinggalan dalam membaca atau tidak dapat berbicara secara efektif normal seperti anak seusianya.usaha- usahaprofesional untuk menyembuhkan ketidakmampuan belajar ini mulai mengunakan obat obat stimulant dan obat obat penenang sampai pada usia melatih aktivitas-aktivitas motor anak dengan harapan supaya hubungan syaraf pada otak bisa normal kembali.

Cara Mengatasi Gangguan Belajar

Bagaimana membuat proses belajar itu mendatangkan cita rasa manfaat dan kegunaan utama yang dapat langsung merasang menantang dan memuasakan anda. Anda harus membuat stigma tentang belajar dari yang dianggap beban suatu kewajiban dan menjemukan menjadi suatu aktivitas yang menggairakan,menantang dan memuaskan sehingga anda untuk membangkitkan minat dan perhatian anda terhadap belajar sebagai suatu kebutuhan.

Cara membangun konsentrasi belajar

Tanpa konsentrasi belajar maka hasil belajar tentu sangat rendah atau tidak optimal. Jika seseorang mengalami gangguan belajar ketika belajar bagaimana menjadi berprestasi
Menurut Thomas alva Edison, peranan IQ itu hanya 1% sja menunjang keberhasilan seseorang, namun yang 99% adalah kemauan dan kerja keras. Tentu anda berharap dapat melakuakan belajar dengan perasaan gembira kalau guru menerangkan anda langsung nyambung. Begini caranya mengikuti pelajaran sama asyiknya dengan menonton flim kartun atau flim yang jadi kegemaran anda setelah mengikuti pelajaran sama anda menjabarkan jalinan cerita flim dengan baik dari awal sampai akhir cerita.

Dorongan Berprestasi

Menurut JP Chaplin ( Dictionary of Psychology) dorongan prestasi di artikan sebagai:

1. kecenderungan untuk mencapai sukses atau memperoleh apa yang menjadi tujuan akhir yang di hendaki
2. keterlibatan diri seseorang terhadap sesuatu tugas
3. harapan untuk berhasil dalam suatu tugas yang di berikan
4. dorongan untuk mengatasi rintangan- rintangan atau perjuangan untuk melakukan pekerjaan- pekerjaan sulit secara cepat dan tepat.

Senin, 26 April 2010

Seni mengambil keputusan

Mempertimbangkan suatu masalah dari sisi pro dan kontra, memikirkan setiap alasan, dan mencari titik temu selama tiga atau empat hari untuk mengambil keputusan merupakan kebiasaan Benjamin Franklin yang disebutnya algebra moral. Ia senang dengan kebiasaan itu karena dapat menilai dengan lebih baik dan lebih bertanggung jawab.

Benjamin Franklin adalah sosok manusia yang sangat efektif dalam berbagai fungsi, yakni bisnis, militer, politik, ilmu pengetahuan, dan diplomasi. Pada zamannya (abad XVIII), ia seorang perintis di berbagai bidang, yakni perpustakaan keliling, pemadam kebakaran, almanak, Akademi Pennsylvania (sekarang Universitas Pennsylvannia), American Philosophical Society, hingga mengetuai penulisan undang-undang di Amerika Serikat. Semakin banyak fungsi atau peran seseorang, semakin banyak ia terlibat pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

Hal yang perlu dicatat dari pribadi Benjamin dalam pengambilan keputusan adalah bahwa ia berhasil memilih yang tepat dan bijaksana dalam berbagai hal hingga membuahkan keberhasilan. Ia juga meninggalkan kesan menyenangkan bagi banyak orang.

Ia adalah anggota masyarakat yang sangat dikagumi banyak orang sejak masih sangat muda. Sebagai gambaran, pada usia 30 tahun ia telah terpilih sebagai warga teladan di Pennsylvania.

Bila menengok bagaimana Benjamin dalam mengambil keputusan, mungkin kita tertawa, mengapa ia butuh waktu sampai tiga atau empat hari? Masih relevankah dengan situasi sekarang?

Bila menertawakan hal itu, berarti ada juga yang dapat ditertawakan dan dipertanyakan dari diri kita. Masih bersediakah kita mempertimbangkan apa saja yang keputusannya ada di tangan kita dengan lebih bijaksana, tanpa tergesa-gesa?

Ragam masalah
Sebagai manusia dewasa, setiap hari kita dihadapkan pada situasi untuk mengambil keputusan. Mengambil keputusan menu makanan keluarga sehari-hari tentu saja tidak perlu sampai berhari-hari.

Namun, untuk mengambil keputusan mengenai nasib seseorang atau sesuatu yang penting untuk orang banyak, baik di dalam keluarga (memutuskan pembelian kendaraan, memilih pasangan, pekerjaan, atau sekolah, memecahkan masalah psikologis anak) maupun menyangkut orang lain, seperti dalam perekrutan karyawan, menyusun peraturan, menyusun program, dan lain-lain, tentu saja perlu pertimbangan matang.

Sebagai manusia dewasa, kita sering kali kelewat percaya diri (over confidence), merasa telah matang dan mengerti banyak hal, sehingga cepat yakin dengan keputusan kita sendiri. Terlebih efektivitas manusia masa kini sering kali diukur hanya dengan kecepatannya memecahkan masalah dan mengambil keputusan.

Lebih fatal lagi, ada yang menemukan kenyataan bahwa setiap keputusan yang diambilnya selalu berbuah uang sebagai upah sehingga semakin banyak keputusan yang diambil, semakin banyak uang yang mengalir ke kantong. Hal-hal semacam ini akhirnya membuahkan ketergesaan dalam memecahkan berbagai masalah dan mengambil keputusan.

Ketergesaan hanya akan melahirkan keputusan yang prematur. Ibarat seorang ibu yang melahirkan anak prematur, secara fisik ia cepat merasa ringan, tetapi akhirnya menanggung beban lain, yakni kualitas kehidupan yang berisiko kelemahan fisik dan mental pada bayi yang dilahirkan. Demikian pula pengambilan keputusan yang prematur, menghasilkan kualitas keputusan yang merugikan diri kita sendiri maupun orang lain.

Utang luar negeri Indonesia merupakan salah satu contoh besar betapa kita harus menanggung beban berat dalam jangka panjang karena keputusan berutang oleh pemerintah masa lalu. Padahal, utang itu semata-mata demi mengatasi persoalan ekonomi jangka pendek.

Di tempat kerja, mungkin jajaran pimpinan sebuah organisasi memutuskan menolak lamaran seseorang hanya karena faktor usia atau jenis kelamin. Namun, akhirnya timbul penyesalan karena lima tahun kemudian nama pelamar itu muncul di media massa karena karyanya yang penting.

Kecenderungan kerja mental
Pada saat kita mengambil keputusan dengan tidak banyak pertimbangan, terdapat beberapa kecenderungan mental kita yang bekerja secara spontan tanpa disadari. Kecenderungan tersebut ada yang positif, positif-negatif, dan ada pula yang negatif. Semuanya terbentuk karena pembiasaan sehingga muncul persoalan dalam hal ini, yaitu sejauh mana kita membiasakan kecenderungan yang positif sehingga tidak didominasi oleh hal yang negatif.

* Positif
Intuisi merupakan salah satu hal yang positif. Intuisi adalah kemampuan mengetahui atau mengenali secara cepat dan siap akan kemungkinan yang dapat terjadi dalam situasi-situasi tertentu.

Meski demikian, harus diakui bahwa pengambilan keputusan tidak cukup bila hanya mengandalkan intuisi. Akan lebih baik bila dikombinasikan dengan pendekatan analitis dan rasional. Intuisi sangat bermanfaat terutama dalam situasi pengambilan keputusan yang berisiko atau tidak menentu.

Kreativitas juga merupakan kecenderungan yang positif. Di dalam pengambilan keputusan, kreativitas berarti pengembangan respons-respons yang unik yang berkaitan dengan masalah dan kesempatan yang ada pada saat itu. Hal ini dapat berkembang bila seseorang mengembangkan intuisi.

* Positif-negatif
Judgmental heuristic merupakan suatu bentuk penilaian yang bersifat sederhana (mengambil jalan pintas) dalam pengambilan keputusan. Hal ini memiliki nilai positif karena mencerminkan kerja mental yang efisien. Bagaimanapun, penilaian heuristic ini dapat berakibat bias dalam penilaian sehingga menyesatkan dalam pengambilan keputusan.

Setidaknya terdapat dua jenis penilaian heuristic:
- Availability heuristic: menilai sesuatu hanya berdasarkan pengalaman atau informasi yang tersimpan dalam ingatan penilai. Misalnya, kita memutuskan membeli produk tertentu karena informasi teman yang berpengalaman positif dengan produk tersebut, padahal belum tentu cocok dengan diri kita.
- Representativeness heuristic: menilai sesuatu berdasarkan pada anggapan memiliki ciri yang sama dengan ciri-ciri kelompoknya. Misalnya, menerima seorang pelamar kerja hanya karena ia berasal dari almamater tertentu yang kita kenal baik. Masalahnya tidak semua output almamater tersebut dapat diandalkan kualitasnya.

* Negatif
Kecenderungan mental yang negatif ini mencakup kecenderungan seseorang untuk mempertahankan penilaian atau keputusan sebelumnya meskipun terdapat umpan-balik yang tidak mendukung penilaian tersebut. Kecenderungan ini disebut peningkatan komitmen (escalating commitment).

Pengambil keputusan yang baik tahu kapan ia harus mengubah keputusannya, yaitu apabila ia menyadari bahwa keputusan dan komitmen yang dijalankan saat ini ternyata tidak berhasil dengan baik.

Peningkatan komitmen negatif terjadi bila: (1) umpan balik negatif diabaikan, dianggap sebagai sesuatu yang sementara; (2) pengambil keputusan melindungi ego dengan tidak mengakui bahwa keputusannya salah; (3) menggunakan keputusan yang diambil hanya untuk memberikan kesan tertentu, misalnya ingin dilihat sebagai pimpinan yang tegas (sehingga mengambil keputusan secara otoriter).

Mengembangkan yang positif
Schermerhorn, Hunt & Osborn (1995) telah mengadopsi kiat mengembangkan pengambilan keputusan intuitif-analitis. Kiat tersebut meliputi tiga tahap: teknik rileksasi, latihan mental, dan teknik analitis. Ketiganya dapat dilakukan dalam waktu yang terpisah, tetapi ketika kita benar-benar dihadapkan pada suatu masalah yang harus diputuskan pemecahannya.

* Teknik rileksasi
- Singkirkan masalah yang ada untuk sementara waktu.
- Buat saat yang tenang untuk diri kita.
- Coba untuk membersihkan pikiran (keadaan no-mind).

* Latihan mental
- Gunakan imajinasi untuk menuntun cara berpikir kita.
- Biarkan ide-ide yang ada dalam pikiran mengalir tanpa dihalangi.
- Berlatih untuk menerima keadaan yang tidak pasti (ambiguitas) dan menerima pula kekurangmampuan kita untuk mengendalikan hal itu.

* Teknik analitis
- Diskusikan masalah-masalah yang ada dengan orang lain yang memiliki cara pandang berbeda dengan kita.
- Arahkan masalah yang ada pada saat kita berada pada kesiagaan penuh untuk menghadapinya.
- Ambil jeda yang cukup sebelum membuat keputusan akhir.
Seperti Benjamin Franklin, kita dapat mengambil keputusan secara efektif, bijaksana, dan dapat diterima oleh banyak pihak. Untuk itu, selain dengan kiat di atas, kita juga harus mempertimbangkan beberapa kriteria keputusan yang etis:

* Keputusan-keputusan diambil sedemikian rupa untuk memberikan kebaikan tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga pada banyak orang yang terkait.
* Tidak melanggar hak-hak orang lain (hak bicara, privacy).
* Mengenakan aturan yang tidak berat(kompas.com 27,04,2010).

Rabu, 17 Maret 2010

Karakteristik dan Masalah Perkembangan Anak Tunarungu

Karakteristik dan Masalah Perkembangan Anak Tunarungu


A. Pengertian dan Klasifikasi Gangguan Pendengaran

1. Pengertian

Tunarungu dapat di artikan sebagai suatu keadaan kehilangan pendengaran yang mengakibatkan seseorang tidak dapat menangkap berbagai ransangan, terutama melalui indera pendengarannya. Batasan pengertian anak tunarungu telah banyak di kemukakan oleh para ahli yang semuanya itu pada dasarnya mengandung pengertian yang sama.
Di kemukakan dari beberapa definisi bahwa definisi anak tunarungu dan dapat di tarik kesimpulan bahwa tunarungu adalah mereka yang kehilangan pendengaran baik sebagian (hard of hearing) maupu seluruhnya (deaf) yang menyebabkan pendengarannya tidak memiliki nilai fungsional di dalm kehidupan sehari- hari.


2. Klasifikasi tunarungu

a. Klasifikasi secara etiologis

Yaitu pembagian berdasarkan sebab- sebab, tunarungu di sebabkan beberapa factor
1. pada saat sebelum melahirkan
a. salah satu atau kedua orang tua anak menderita tunarungu mempunyai gen sel pembawa abnormal
b. karena penyakit misalnya sewaktu ibu mengandung terserang suatu penyakit, terutama penyakit- penyakit yang di derita pada saat kehamilan tri semester pertama yaitu pada saat pembentukan ruang telinga. Penyakit itu ialah rubella, moribili, dan lain-lain
c. karena keracunan obat- obatan : pada suatu kehamilan ibu meminum obatan terlalu banyak,atau ibu meminum obat penggur kandungan, hal ini menyebabkan ketunarunguan pada anak yang lahir.
2. pada saat kelahiran
a. prematuritas, yakni bayi yang lahir sebelum waktunya
3. pada saat setelah kelahiran (post natal)
a. karena kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan alat pendengaran bagian dalam, misalnya jatuh
b. Klafikasi menurut taraf

klasifikasi menurut tarafnya dapat di ketahui dengan tes audiometeris. Untuk kepentingan pendidikan ketarungan.
3. Pengaruh Pendengaran Pada Perkembangan Bicara dan Bahasa

Perkembangan bahasa dan bicara berkaitan erat dengan ketajaman pendengaran. Akibat terbatasnya ketajaman pendengaran, anak tunarungu tidak mampu mendengar dengan baik. Dengan demikian pada anak tunarungu tidak terjadi proses peniruan suara setelah masa meraban.
Bahasa mempunyai fungsi dan peran pokok sebagai mesia untuk berkomunikasi. Dalam fungsinya dapat pula di bedakan berbagai peranan lain dari bahasa seperti:
• Bahasa sebagai wahana untuk mengadakan kontak atau hubungan
• Untuk mengungkapkan perasaan, kebutuhan, dan keinginan
• Untuk mengatur dan menguasai tingkah laku orang lain
• Untuk pemberian orang lain
• Untuk memperoleh pengetahuan
Perkembangan kemampuan bahasa dan komunikasi anak tunarungu terutama yang tergolong tunarungu total tentu tidak mungkin untuk sampai pada penguasaan bahasa melaui pendengarannya, melainkan harus melalui pendengarannya. Oleh sebab itu komunikasi bagi anak tunarungu mempergunakan segala aspek yang ada pada dirinya adapun media komunikasi yang dapat di gunakan adalah:
• Anak tunarungu yang mampu bicara, tetap menggunakan bicara sebagai media dan membaca ujaran sebagai sarana penerimaan dari pihak anak tunarungu
• Mengunakan isyarat sebagai media

4. Perkembangan Kongnitif Anak Tunarungu

Umunya intelegensi anak tunarungu secara potensial sama dengan anak normal tapi di pengaruhi oleh tingkat kemampuan berbahasanya, keterbatasan informasi, dan kiranya daya abstraksi anak. Dan mengakibatkan penghambat proses pencapaian yang lebih luas. Kerendahan tingkat intelegensi anak tunarungu bukan berasal dari hambatan intelektualnya yang rendah melainkan secara umum karena intelegensinya tidak mendapat kesempatan untuk berkembang tidak semua aspek intelegensi terhambat, aspek intelegensi yang terhambat perkembanganya ialah bersifat verbal, misalnya merumuskan pengertian hubungan, menarik kesimpulan, dan meramalkan kejadian
5. Perkembangan Emosi Anak Tunarungu
Kekurangan akan pemahaman bahasa lisan atau tulisan sering kali menyebabkan anak tunarungu menafsirkan sesuatu secara negative atau salah dan ini sering menjadi tekanan bagi emosinya. Tekanan pada emosinya itu dapat menghambat perkembangan pribadinya dengan menampilkan sikap menutup diri, bertindak agresif, atau sebaliknya menampakkan keimbangan dan keragu- raguan emosi anak tunarungu selalu bergolak di satu pihak karena kemiskinan bahasanya dan di pihak lain karena pengaruh dari luar yang diterimanya. Anak tunarungu bila di tegur oleh orang yang tidak di kenalnya akan tampak resah dan gelisah.

6. Perkembangan Sosial Anak Tunarungu

Anak tunarungu memiliki kelainan dalam segi fisik biasanya akan menyebabkan suatu kelainan dalam penyusuaian diri terhadap lingkungan. Anak tunarungu bsnysk di hinggapi kecemasan karena menghadapi lingkungan yang beraneka ragam komunikasinya, anak tunarungu sering mengalami berbagai konflik, kebingungan, dan ketakutan karena ia sebenarnya hidup dalam lingkungan yang bermacam- macam.kesulitan bahasa tidak dapat di hindari untuk anak tunarungu, namun tidaklah demikian karena anak ini mengalami hambatan dalam bicara

7.Perkembangan Prilaku Anak Tunarungu

Pertemuan antara faktor-faktor dalam diri anak tunarungu, yaitu ketidakmampuan menerima ransangan pendengaran, kemiskinan berbahasa, ketidaktetapan emosi, dan keterbatasan intelegensi di hubungkan denagn sikap lingkungan terhadapnya menghambat perkembangan kepribadiannya

8.Masalah –masalah dan dampak ketunaruguan bagi individu, keluarga, masyarakat, dan penyelengaraan pendidikan
Bagi anak tunarungu sendiri

Anak tunarungu sulit mengartikan kata- kata yang mengandung kiasan, adanya ganguan bicara, maka hal- hal itu merupakan sumber masalah pokok bagi anak tersebut
•Bagi keluarga

Lingkungan keluarga merupakan factor yang mempunyai pengaruh penting dan kuat terhadap perkembangan anak trauma atau anak luar biasa. Anak ini memiliki hambatan sehinga mereka sulit menerima norma lingkungannya tidak mudah bagi orang tua untuk menerima kenyataan bahwa anaknya menderita kelainan atau cacat. Reaksi orang tua menghetahui bahwa anaknya menderita tunarunggu adalah merasa terpukul dan bingung dan timbulnya rasa bersalah.

9.Bagi Masyarakat.

Pada umunya orang masih berpendapat bahwa ank tunarungu tidak dapat berbuat apapun. Pandangan semacam ini sangat merugikan anak tunarungu untuk memperoleh lapangan kerja, dan dia bersaing dengan orang normal. Sulit mendapatkan lapangan kerja mengakibat kecemasan baik dari anak itu sendiri maupun dari keluarganya, sehingga lembaga pendidikan dianggap tidak dapat berbuat sesuatu karena ank tidak dapat berkerja sebagaimana biasanya.

10.Bagi Penyelengara Pendidikan

Persoalan baru yang perlu mendapat perhatian jika anak tunarungu tetap saja harus sekolah pada sekolah khusus (SLB), adalah jika anak- anak tunarungu itu tempatnya jauh dari SLB,maka tentu saja mereka tidak dapat bersekolah. Usaha lain muncul dengan di dirikan asrama di samping sekolah khusus itu. Usaha lainnya yang mungkin akan dapat mendorong anak tunarungu dapat bersekolah dengan cepat adalah mereka mengikuti pendidikan pada sekolah normal atau biasa dan di sediakan program- program khusus bila mereka tidak mampu mempelajari bahan pelajaran seperti anak normal.

Minggu, 28 Februari 2010

kreativitas otak kanan dan kiri

1 mengapa kretivitas begitu bermakna dalam hidup?
karena dengan kreativ merupakan hall yang bermanfaat untuk kehidupan.. seperti dengan karya seni, dan ide- ide

2 mengapa kreatif perlu di pupuk sejak dini?
agar manusia terlatih dam mempunyai sifat yang kreatif dan menghasilkan apa yang diinginkan

3. bagaimana peranan atau strategi 4p untuk anak kreatif?
4p yaitu: pendekatan pribadi kreativ, pendekatan proses kreatif, pendekatan produk kreatif
peranannya: kretif di tanamkan sejak dini pada anak agar anak itu bila dewasa bisa membuat karya seni
4. guiford (1967)
kemampuan komveregen hanya menghasilkan satu alternatif berpikir yaitu. kemampuan diveregen menghasilkan banyak alternatif cara berfikir yaitu kreativitas.
5. 3 contoh prilaku kreatif mencerminkan teori frued psikoanalisis dan teori krisis (mekanisme pertahanan).
represi : secara tidak sadar melupakan pengalaman yang tidak menyenangkan untuk diingat
kompensasi: berusaha mengimbangi ketidakmampuan yang di lakuakan secara tidak sadar dengan menonjolkan kepada hal-hal lain
sublimasi : jika tidak mampu memenuhi dorongan seks, mengimbangi dengan kreativitas di bidang seni.

tugas minggu ke 3
1. jelaskan teori otak kanan dan otak kiri, contohnya
belahan otak kanan berfungsi mengontrol tubuh bagian kiri
belahan otak kiri berfungsi mengontol tubuh bagian kanan belahan otak kiri dan kanan menanggapi secara khas.
contoh: otak kiri :intelektual, rasional, verbal horizontal, kongkret realistis
otak kanan: emosiopnal, intuitif, non verbal, vertikal, abstrak, implunsif

2. mengapa otak kanan dan kiri harus berkerja secara seimbang?
karena otak kanan dan kiri berfungsi saling melengkapi, berkerja secara kooperatif dalam memproses informasi
3. bagaimana cara untuk menyimbangkan cara kerja belahan otak kanan dan kiri?
menyimbangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan agar saling seimbang
4. bagaimana mengembangkan kreatifitas pada anak dimana otak kanannya terlambat?
melatih otak fungsi kanan anak tersebut yaitu mengembangkan kreativitas anak tersebut.

Kamis, 18 Februari 2010

apa ya arti dari autisme??

Autisme adalah sebuah ketidakmampuan perkembangan yang bisa memengaruhi seseorang berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain. ada jg loch yang bilang bahwa orang autisme itu, mempunyai kehidupannya sendiri.
oya pernah tau g yang nama foto aura, ternyata, mendeteksi anak autis lewat foto aura jg bisa loch.
seperti yang kita tahu, adalah cara untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kepribadian kita melalui tampilan aura dan cakra. Salah satu penyakit yang dapat dideteksi melalui teknik ini adalah penyakit yang psikomatis (yang tidak terdeteksi oleh alat medis biasa, RED), yakni mendeteksi anak indigo dan autis.Anak dengan kebutuhan dan personality yang khusus ini memiliki tampilan aura yang berbeda. Anak autis biasanya memiliki kekurangan untuk berinteraksi dengan lingkungan, dan umumnya tidak bisa berkomunikasi dengan orang di sekelilingnya. Sedangkan anak indigo mempunyai pembawaaan yang lebih dewasa daripada anak seusianya, dan memiliki intuisi yang tajam. Anak indigo bisa memprediksi masa depan, atau memiliki kemampuan psikik (cenayang) yang bisa melihat sesuatu yang tidak kasat mata.

Untuk anak autis, foto aura yang ditampilkan pada bagian kepala terlihat seperti terpotong sesuatu. ''Seperti ada garis penghalang. Letaknya tidak pasti. Kadang di tengah kepala, ataupun agak ke atas. Namun yang pasti ada garis pemisah horizontal yang memblok (menghalangi),'' jelas pakar foto aura, Tom Suhalim, dari Auraprimatama.

Untuk anak Indigo, cakra pada bagian kepala (dahi) yang umumnya berwarna putih akan terlihat berpendar. ''Cakra terlihat bergerak atau aktif. Namun sebelum melakukan foto umumnya akan kami tanya terlebih dahulu, sebab tanda ini juga bisa terjadi pada orang yang sedang sakit kepala,'' papar Tom.

Untuk melakukan foto aura, Anda harus dalam kondisi berikut:
1. Perasaan sedang tenang, sebab akan mempengaruhi tingkat stresnya.
2. Harus sudah makan, agar tidak mengacaukan hasil prediksi energi.
3. Tidak menahan buang air kecil, sebab gambar aura akan berwarna merah keseluruhannya.
4. Tidak sedang mengalami radang berat, karena akan mempengaruhi tampilan dan warna cakra di bagian tenggorokan. Selain itu juga tidak bisa dinilai personality-nya.
5. Tidak menggunakan ciccin atau batu-batuan yang bisa mengganggu kerja mesin foto aura.

sumber : kompas.com